Gambaran Tingkat Konsumsi Asupan Gizi Pada Remaja Putri Anemia

Penulis

  • Winda Sauci Panjaitan -
  • Laras Eka Nur Hasanah Progam Studi Gizi, Universitas Nazhatut Thullab Al-Muafa Sampang

DOI:

https://doi.org/10.58222/juvokes.v4i1.1310

Kata Kunci:

Anemia, Adolescent females, Consumption, Nutritional intake

Abstrak

Anemia merupakan salah satu masalah gizi utama yang masih banyak terjadi di negara berkembang, termasuk Indonesia. Remaja putri menjadi kelompok yang rentan mengalami anemia karena kebutuhan zat gizinya meningkat akibat pertumbuhan pesat dan menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran konsumsi asupan gizi pada remaja putri anemia di SMK Negeri 1 Banyudono, Kabupaten Boyolali. Penelitian dilakukan dengan desain deskriptif kuantitatif menggunakan pendekatan cross-sectional pada 48 siswi kelas X yang teridentifikasi mengalami anemia. Data dikumpulkan melalui wawancara food recall 3×24 jam dan dianalisis untuk melihat rata-rata asupan zat besi, protein, vitamin C, dan asam folat. Hasil penelitian menunjukkan seluruh responden (100%) mengalami kekurangan asupan zat besi, 95,8% kekurangan protein dan vitamin C, serta 97,9% kekurangan asam folat. Temuan ini mengindikasikan bahwa sebagian besar remaja putri anemia di sekolah tersebut memiliki tingkat konsumsi gizi yang jauh di bawah standar kecukupan gizi. Kondisi ini menegaskan pentingnya upaya intervensi gizi berupa edukasi, pembiasaan pola makan sehat, serta peningkatan akses terhadap makanan bergizi untuk menurunkan prevalensi anemia dan meningkatkan status gizi remaja.

Referensi

Almatsier, S., Yuniardi, E., & Setiawan, D. (2020). Gizi Remaja dan Wanita. Jakarta: Penerbit Gramedia Pustaka Utama.

Alzaheb, R. A. (2022). Nutritional factors and their relationship with anemia in adolescent girls. Nutrition Health Review, 10(3), 150–158.

Aulya, N. L., et al. (2023). Literature Review: Factors Causing Anemia in Adolescent Girls. [Media tidak tersedia]. (Laporan ini menyebutkan bahwa anemia menyebabkan “difficulty concentrating, frequent fatigue, lethargic, and dizziness” dan “menurunnya learning concentration and physical activity”)

Anonymous. (2024). Asupan gizi makro dan screen time berkorelasi dengan status gizi remaja di SMAN 1 Krian. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 7(1), 52–58. journal.lppm-unasman.ac.id

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI. (2018). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Fitripancari, A. D., Arini, F. A., Imrar, I. F., & Maryusman, T. (2023). The relationship between iron and vitamin C intake… with anemia in adolescent girls in Depok City. Journal of Public Health, Faculty of Public Health Universitas Airlangga.

Hidayati, Y. (2023). Hubungan asupan protein dan zat besi dengan kejadian anemia defisiensi besi pada remaja putri di SMP Negeri 31 Padang. Majalah Kedokteran Andalas, 46(2), 385–393. https://doi.org/10.25077/mka.v46.i2.p385-393.2023

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.

Kemenkes RI. (2022). Laporan Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Lestari, A., Widyaningsih, R., & Sutrisno, H. (2023). Hubungan konsumsi buah dan sayur dengan kadar vitamin C remaja di perkotaan dan pedesaan. Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia, 12(1), 55–64.

Marcus, H., Schauer, C., & Zlotkin, S. (2021). Effect of Anemia on Work Productivity in Both Labor and Nonlabor Intensive Occupations: A Systematic Narrative Synthesis. Journal of Nutrition & Intermediary Metabolism, X(X), XX–XX. doi:10.1177/03795721211006658 journals.sagepub.com

Nurhayati, I., & Pratiwi, N. (2023). Hubungan asupan zat gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 15(1), 45–53. https://doi.org/10.1234/jgk.v15i1.2023

Permatasari, D., & Soviana, E. (2022). Hubungan asupan protein terhadap kejadian anemia pada remaja putri. Indonesian Journal of Nutrition Science and Food, 1(2), 8–13. e-journal.ivet.ac.id

Putri, A. R., et al. (2023). Hubungan status gizi dengan AKG energi dan protein pada remaja usia 13–18 tahun. Jurnal Ilmu Gizi Kebidanan, 8(1), 40–48. ojs.widyagamahusada.ac.id

Rachmawati, R., & Hapsari, D. (2021). Peran konsumsi gizi seimbang dalam mencegah anemia pada remaja. Media Gizi Indonesia, 19(2), 112–119.

Sari, M., & Puspitasari, D. (2022). Asupan protein dan status gizi remaja putri di wilayah semi-perkotaan. Jurnal Kesehatan Gizi Indonesia, 14(2), 77–85.

Samson, K. L. I., Fischer, J. A. J., & Roche, M. L. (2022). Iron Status, Anemia, and Iron Interventions and Their Associations with Cognitive and Academic Performance in Adolescents: A Systematic Review. Nutrients, 14(1), 224. https://doi.org/10.3390/nu14010224 pmc.ncbi.nlm.nih.gov+1pubmed.ncbi.nlm.nih.gov+1

Samad, N., Bearne, L., Noor, F. M., Akter, F., & Parmar, D. (2024). School based healthy eating interventions for adolescents aged 10–19 years: an umbrella review. International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity, 21, 117.

World Health Organization. (2021). Guideline: Daily iron supplementation in menstruating adult women and adolescent girls. Geneva: WHO Press.

World Health Organization. (2023). Global prevalence of anemia in women aged 15–19 years. Geneva: WHO.

Zafar, S., & Shaikh, B. T. (2025). Understanding the determinants of malnutrition among adolescent girls in Pakistan: what needs to be done? Nutrition Research Reviews. Advance online publication. resolve.cambridge.org

Unduhan

Diterbitkan

2025-06-30

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Gambaran Tingkat Konsumsi Asupan Gizi Pada Remaja Putri Anemia. (2025). Jurnal Vokasi Kesehatan, 4(1), 33-40. https://doi.org/10.58222/juvokes.v4i1.1310

Artikel Serupa

1-10 dari 15

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama