Sosialisasi Pencegahan Stunting Di Desa Tanggo Raso Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan
DOI:
https://doi.org/10.58222/jupengkes.v1i2.168Kata Kunci:
Prevention, Stunting, Health, MalnutritionAbstrak
Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak menjadi terlalu pendek untuk usianya. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan terhadap ibu-ibu yang memiliki balita dalam melakukan pencegahan stunting di Desa Tanggo Raso Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah ceramah (presentasi) dan dilakukan penimbangan balita untuk mengetahui kondisi tumbuh kembang anak. Kegiatan penyuluhan ini diikuti peserta dengan sangat antusias, terlihat dari peserta yang ikut dalam kegiatan yang dilakukan. Kegiatan ini memberikan tambahan pengetahuan tentang stunting kepada ibu-ibu yang memiliki balita dan ibu hamil di Desa Tanggo Raso Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan. Diharapkan setelah kegiatan penyuluhan ini, masyarakat dapat menerapkan ilmu yang didapatkan dalam kehidupan sehar-hari dan perlu adanya pendampingan terus dilakukan oleh tim pengabdi dan puskesmas setempat melalui kegiatan posyandu, sehingga upaya dalam mencegah stunting dapat direalisasikan.
Referensi
Aryastami, N.K. 2015. Pertumbuhan usia dini menentukan pertumbuhan usia pra-pubertas (studi longitudinal IFLS 1993-1997-2000) [Longitudinal study, secondary data analisys]. Jakarta: Universitas Indonesia.
Aryastmai N.K, Tarigan I. 2017. Kajian kebijakan dan penanggulangan masalah gizi stunting di Indonesia. Buletin Penelitian Kesehatan; 45(4):233-240
BKKBN. 2023. Stunting Meningkat Tajam di Lima Kabupaten di Bengkulu. https://bengkulu.bkkbn.go.id/stunting-meningkat-tajam-di-lima-kabupaten-di-bengkulu/
Black RE, Allen LH, Bhutta ZA, dkk. Maternal and child undernutrition: global and regional exposures and health consequences. Lancet. 2008;371:243-60.
Branca F, Ferrari M. Impact of micronutrient deficienies on growth: The stunting syndrome. Ann Nutr Metab. 2002; 46(suppl 1): 8-17.
Filayeti, A. N. (2019) “Hubungan Pengetahuan Tentang Stunting,” Repository.Uinjkt.Ac.Id, hal. 124–130. Tersedia pada: http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/49134.
Herlinda, . . H., Nilawati, I. ., Sari, N. L. ., Zainal, E. ., & Parwito, P. (2023). Mentoring Kader Terhadap Pencegahan Stunting Di Desa Sari Mulyo Kecamatan Sukaraja . Jurnal Pengabdian, 2(1), 7–12. https://doi.org/10.58222/jp.v2i1.145
Kepala BKKBN (2021) Panduan Pelaksanaan Pendampingan Keluarga dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting di Tingkat Desa/Kelurahan. Jakarta: Direktorat Bina Penggerakan Lini Lapangan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.
Rahayu, A., F. Yulidasari, A. O. Putri, L. Anggraini. 2018. Study Guide “STUNTING dan Upaya Pencegahannya” Bagi Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat. CV. Mine. Yogyakarta. http://kesmas.ulm.ac.id/id/wp-content/uploads/2019/02/BUKU-REFERENSI-STUDY-GUIDE-STUNTING_2018.pdf
Sulaiman, E.S. 2021. PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI BIDANG KESEHATAN: Teori dan Implementasi. Surakarta: UNS press.
Yuwanti Yuwanti., D. (2021) “FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STUNTING PADA BALITA DI KABUPATEN GROBOGAN,” Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama, 10(1).










_1.png)


